WISATA BUDAYA

Komitmen Memajukan Seni dan Budaya Bangsa, DPR Gelar Pameran Keris Nasional

Laporan Muchlis Fadjarudin | Rabu, 15 Maret 2017 | 17:46 WIB
Pesona Keris Bali dan Lombok" yang digelar di Gedung Nusantara DPR RI. Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Bersamaan dengan Sidang Paripurna Pembukaan masa sidang, DPR RI juga secara resmi membuka "Pameran Keris Nasional. Pesona Keris Bali dan Lombok", di Gedung Nusantara DPR RI.

Setya Novanto ketua DPR RI menjelaskan, pembukaan pameran Keris yang bersamaan dengan masa awal sidang DPR RI merupakan wujud nyata komitmen DPR RI dalam mengapresiasi dan memajukan seni dan budaya bangsa. Terutama dalam melestarikan Keris sebagai benda pusaka bangsa.

"Sejak tahun 2005, UNESCO telah mengakui Keris sebagai karya agung warisan kemanusiaan tak bendawi. Karena tak bendawi, keris penuh dengan nilai tak tampak seperti makna dan filososfi. Kita harus bangga, ini menunjukan bahwa kita adalah bangsa yang luhur," ujar Novanto saat membuka pameran keris di Plasa gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (15/3/2017).

Melalui pameran ini, Novanto mengajak masyarakat untuk mencintai seni dan budaya bangsa. Jangan sampai karya seni dan budaya bangsa, seperti Keris yang mempunyai nilai adiluhung, kemudian ditinggalkan.

"Jangan sampai kita justru mengadopsi budaya luar yang belum tentu sejalan dengan jiwa Bangsa Indonesia," kata dia.

Sekadar diketahui, ini adalah Pameran Keris kedua yang diselenggarakan DPR RI. Sebelumnya, DPR RI juga pernah menggelar pameran batu akik dari berbagai daerah, lukisan karya para maestro lukis Indonesia, batik dari seluruh penjuru nusantara, dan berbagai pameran seni budaya lainnya. Untuk kali ini, pameran keris utamanya keris dari Bali dan Lombok.

"Kesenian dan kebudayaan adalah kekayaan sekaligus kebanggaan nasional. Kita harus cintai, jaga dan lestarikan," kata Novanto.(faz/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA