Wisata & Budaya
29 Juni 2010, 11:52:30| Laporan AZ. Alim
Bagian 2Bukti Perjuangan Arek Suroboyo
suarasurabaya.net| Monumen Suryo
Monumen Gubernur Suryo, berdiri di Komplek Taman Apsari Jalan Gubernur Suryo, depan Gedung Negara Grahadi. Monumen ini sebagai simbolisasi perjuangan dari Gubernur Pertama Jawa Timur ini. Terlebih setelah meletus peperangan 10 Nopember 1945, selama tiga minggu pertempuran terjadi, hingga Surabaya menjadi bak kota mati. Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo (nama lengkap Gubernur Soerjo) termasuk kelompok yg paling akhir keluar dari Surabaya untuk kemudian membangun pemerintahan darurat di Mojokerto. Gubernur Suryo meninggal di Bago, Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur, pada 10 September 1948. Dalam suatu insiden penyergapan yang dilakukan anggota pemberontak PKI.
Monumen Tugu Pahlawan
Monumen Tugu Pahlawan salah satunya adalah sebagai penanda akan kenangan tragedi 10 Nopember 1945. Didirikan di bekas Markas Ken Pe Tai (Polisi Militer Jepang) yang kemudian hancur dalam pertempuran 10 Nopember 1945. Gagasan pendirian dan peletakan batu pertama pembangunannya dilakukan oleh Presiden RI pertama, Ir. Soekarno, didampingi oleh Walikota Surabaya Doel Arnowo, pada 10 Nopember 1951. Kemudian diresmikan oleh Soekarno setahun kemudian didampingi oleh Walikota R. Moestadjab Soemowidigdo. Bentuk bangunan berupa Paku terbalik dan berhias ukiran bergambar Trisula, Cakra, Stamba, dan Padma .Menfgandung nilai filosofis sekaligus simbol perjuangan Arek Suroboyo dalam menghadang tentara Sekutu.
Monumen Perjuangan
Monumen yang menggambarkan seorang pejuang patriotik menghadap ke arah Barat ini merupakan simbol kenangan dan penghormatan akan perjuangan Arek Suroboyo. Pada pertempuran 10 Nopember 1945, daerah tersebut juga menjadi basis pertahanan pejuang kita dari serangan sekutu penjajah. Gedung Siola, yang dahulu bernama WHITE LAIDLAW, menjadi salah satu saksi kegigihan Arek Suroboyo. Dari atas gedung ini para pejuang menahan serangan sekutu yang datang dari Utara.
Monumen Bahari
Kota Surabaya juga dikenal sebagai basis TNI Angkatan Laut Republik Indonesia. Komando Pendidikan Angkatan Laut dan Komando Armada Timur TNI AL berlokasi di Surabaya. Tidak heran bila beberapa monumen sebagai penghargaan atas jasa-jasa para perajurit yang gugur dalam membela kemerdekaan Negara Indonesia, juga berdiri megah di kota ini. Monumen Bahari salah satunya, terletak tepat di depan gedung yang dahulu Museum Mpu Tantular, di sudut antara Jalan Raya Diponegoro dan Raya Darmo, di wilayah Surabaya Selatan.
Monumen Wira Surya
Tercatat tanggal 28-30 Oktober 1945, di sekitar jembatan dan Kebun Binatang terjadi pertempuran antara pejuang surabaya yang berusaha menahan tentara Sekutu, yang kala itu di bawah pimpinan Brig. Jenderal Mallaby. Pertempuran sengit itu memakan banyak korban di pihak pejuang negeri ini. Monumen ini didirikan sebagai lambang untu menghormati jasa para pahlawan yang telah gugur tersebut.
Foto-foto: Anton Kusnanto/ M-Comm
Artikel terkait : 1. Bagian 1Bukti Perjuangan Arek Suroboyo