SURABAYA: 23-35 °C (Berawan, Hujan)
Selasa, 07/09/2010
Kurs USD 07/09/2010 13:14:53
jual: Rp 9.056,00 | Beli: Rp 8.966,00
Google suarasurabaya.net
userlogin:
Daftar Lupa Password?
Soerabaja Tempoe Doeloe

 

Kantor Gubernur
    Topik terbaru :
  • Gali Lobang Tutup Lobang Sudah Biasa.... [detil]
  • Pdam Oh Pdam... [detil]
  • Reply terbaru :
  • Bagaimana Jika Ditetapkan Peraturan Bahwa 1 Keluarga Hanya Boleh Memiliki Mobil Maksimal 1 Buah Dan
    Untuk Sepeda Motor Maksimal 2 Buah. Dan Untuk Rute-rute Tertentu Di Berlakukan Bebas Kendaraan Berm... [detil]
  • Masyarakat Surabaya Saya Yakin Sangat Taat Berlalu Lintas, Karena Yang Tampak Pada Keadaan Lalu
    Lintas Surabaya Saat Ini Adalah Cerminan Dari Para Pendatang, Kita Lihat Saja Ketika Musim Mudik
    (pulang... [detil]
  • Jayadi, Surabaya Pemerintah Sekarang Kurang Peka Dg Situasi Yg Berkembang Saat Ini. Kita Ambil Contoh Pidato Pak Sby ... [detil]
  • Hendry Sutanto Candra, Bondowoso Untuk Mendukung Laporan Masyarakat Pada Kepolisian, Ss Bisa Lebih Sering Mempublikasikan Call/sms Ce... [detil]

Kampoeng Media
Perkuat Silaturahmi, Dirut Telkomsel ke SS Selama ini hubungan Telkomsel dan SS Media, cukup bagus. Hubungan yang sudah terjalin ini terus diperkuat dengan kunjungan Dirut Telkomsel ke SS Media.
Sajian Kuliner
Kuliner Ramadhan BBC
Caramel Slice Mau dingin dan segar saat berbuka puasa. Selain es, Caramel Slice bisa jadi pilihan. Hemm... nikmat dan segarnya..
Resensi Buku
Suara Surabaya Bukan Radio Keberadaan SS sangat fenomenal. SS pada titik awal contoh sukses industri radio. Buku Suara Surabaya Bukan Radio menuliskan semangat perjalanan itu.
Jaring Radio
Angka Tunggakan Listrik di Pamekasan Tertinggi se-Indonesia Tunggakan listrik di Pamekasan mencapai Rp 1.3 miliar dan merupakan angka tunggakan listrik tertinggi se-Indonesia.

  Search
Google
 
 

Wisata & Budaya

29 Juni 2010, 11:30:57| Laporan AZ. Alim

Bagian 1

Bukti Perjuangan Arek Suroboyo

suarasurabaya.net| Perjalanan bangsa ini menyisakan catatan-catatan sejarah masa lalunya. Tidak serta-merta negeri ini berdiri gagah seperti adanya sekarang. Semua tahu bila negeri ini harus berkorban banyak hal, mulai nyawa hingga harta, untuk mendapatkan kedaulatannya.

Surabaya, sudah mahfum orang kenal, sebagai Kota Pahlawan. Pertempuran hidup dan mati mempertahankan tiap jengkal tanah, pernah terjadi di kota ini. Begitu banyak jiwa para pejuang menjadi korban. Bahkan, pembumihangusan kota oleh para pejuang pun pernah dilakukan.

Menghormati dan menghargai jasa para pahlawan adalah upaya kita untuk menjadi bangsa yang besar. Mengenang rekaman masa perjuangan melalui Monumen-monumen salah satu caranya. Seonggok karya tanpa nyawa, jadikan sebagai bukti bahwa kita tetap perduli sejarah masa lalu bangsa.

Monumen Bambu Runcing
Berdiri tegak membelah arus lalulintas kota yang melintas di Jalan Panglima Sudirman. Monumen berbentuk Lima batang Bambu Runcing, merupakan simbolisasi patriotisme Arek-arek Suroboyo dimasa perjuangan membela Tanah Air. Kegigihan mereka dalam melawan penjajah didorong semangat perjuangan yang berkobar, walau dengan senjata alakadarnya yang salah satunya berupa sebilah bambu yang diruncingkan pada salah satu sisinya.

Monumen Jend. Sudirman
Patung Jenderal Sudirman terletak di Jalan.Yos Sudarso, menghadap ke Selatan, membelakangi Gedung Balai Kota Surabaya. Konon monumen ini dibangun sebagai penghormatan atas jasa dari tokoh perjuangan itu, yang inisiatifnya berasal dari Letnan Jenderal M.Yasin, ketika itu menjabat Panglima VII Brawijaya. Jenderal Sudirman dikenal pula sebagai tokoh besar Revolusi, semangat dan pengabdiannya bagi negeri ini, diharapkan mengalir dari generasi ke generasi.

Monumen Mayangkara
Mayor Djarot Soebyantoro, adalah komandan Batalyon 503 Mayangkara. Batalyon inilah yang mampu menyusup masuk ke jantung Kota Surabaya. Penyusupan berangsur yang dilakukan sejak April 1949, secara samar, kemudian pada 12 Juli 1949 konon dilakukan lebih mengarah pada sasaran. Misi penyusupan ini salah satunya untuk menegaskan batas-batas daerah kekuasan antara Belanda dan Republik Indonesia, setelah terjadi gencatan senjata usai perang. Sebagai penghormatan atas keberanian maka didirikan Monumen Mayangkara, di depan RSI Wonokromo.

Monumen Jalesveva Jayamahe
Monumen Jalesveva Jayamahe berdiri gagah di ujung Utara Kota Surabaya. Menggambarkan sosok Perwira TNI Angkatan Laut berpakaian PDU-1 lengkap dengan pedang kehormatannya. Sang prajurit menatap ke arah laut berdiri di atas bangunan gedung dengan ketinggian total lebih dari 60 meter. Monumen ini menggambarkan generasi penerus yang penuh yakin dan sungguh-sungguh siap menerjang ombak badai menuju cita-cita bangsa Indonesia.

Foto-foto: Anton Kusnanto/ M-Comm

Share on Facebook


Artikel terkait :
1. Bagian 2
Bukti Perjuangan Arek Suroboyo


komentarmember (0)

    - arsip komentar wisata ini -


        artikellain
    23 Agustus 2010, 14:36:58
    Nyanyian Rindu Taman Mundu
    29 Juli 2010, 11:10:26
    Ludruk Mengawal Jaman
    21 Juli 2010, 11:03:13
    Kidung Cinta, Ludruk Kota
    08 Juli 2010, 17:15:09
    Serbuan Kera di Baluran
    08 Juli 2010, 16:31:16
    Taman Nasional Baluran
    Nuansa Savana Afrika di Ujung Jawa

    - arsip artikel -

     



     

    Home | Radio Online | Radio On Demand | Video Streaming | Kelana Kota | Politik | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Info Teknologi |
    Potret Kelana Kota | Peta Surabaya | Titik Nol | 27th Suara Surabaya | Oase Ramadhan | Opini | Konsultasi Kesehatan | SS Media | Faq | Kontak

     

    © copyright suarasurabaya.net 2008, All Rights Reserved.